Pulau Nami

Namanya Pulau Nami. Ketika kapal mendekati dermaga, sesosok patung perempuan mungil tampak menyembul dari laut di tepian pantai. Tak ada cerita istimewa tentang patung hitam itu, yang mirip patung little mermaid di Copenhagen, Denmark. Dari pulau ini, yang menyeruak hanya narasi cinta fenomenal yang membius negeri-negeri di Asia.

Pulau Nami terletak di kota Chuncheon-si, Provinsi Gwangwon-do, Korea Selatan. Dengan menumpang bus dari Seoul, pulau mungil ini bisa ditempuh selama 1,5 jam sampai tiba di Dermaga Gapyeong.

Perjalanan lalu disambung dengan kapal feri, menyeberangi Sungai Han selama 10 menit. Pulau Nami sejatinya terbentuk akibat pembangunan Danau Cheongpyeong (1943), yang membuatnya terpisah dengan daratan utama. Nama Pulau Nami diambil dari Jenderal Nami, pahlawan muda Korea yang cerdas dan dikagumi. Pulau Nami sebenarnya tak menyajikan keindahan fisik yang teramat istimewa jika dibandingkan dengan pulau-pulau tujuan wisata di Indonesia. Tiada pantai berpasir putih yang menawan atau pemandangan alam yang memesona.

Namun, kala musim gugur datang, pulau ini memang berwajah lebih manis dan sungguh romantis. Daun-daun di pepohonan beralih warna menjadi kuning, coklat, dan merah. Sayangnya, pekan lalu, sebagian besar pohon masih meranggas meski telah masuk musim semi. Di beberapa lokasi, pepohonanyang begitu tinggi menjangkau langit itutertanam rapi menaungi jalan-jalan setapak. Pohon-pohon itu berbaris begitu lurus seolah sewaktu ditanam dengan dibantu penggaris.

Sejak enam tahun lalu hingga kini, pulau yang sederhana ini kebanjiran turis lokal dan mancanegara. Namun, yang pasti kebanjiran pasangan cinta karena tempatnya juga enak buat pacaran. Semua itu berkat sebuah drama cinta melankolik yang fenomenal berjudul Winter Sonata (Gyeoul yeonga, 2002), yang digilai kaum muda di berbagai negara di Asia. Sinetron tayangan stasiun televisi KBS itu mengambil Pulau Nami sebagai latar untuk beberapa adegan romantis .



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s